فاجتهد إذا خرجترمنها كن ضاحكا ومن حولك يبكون أسفا
Dr Yusuf Qardhawi tokoh berpengaruh dalam dunia muslim menyitir sebuah hadits yang kurang lebih berbunyi: "Empat karakter yang membuat bangsa Romawi (Eropa) selalu lebih maju sampai akhir zaman, pertama, mereka lebih cerdas meski dalam kondisi terkena fitnah. kedua, cepat bangkit setelah jautuh. ketiga, cepat maju setelah mengalami kemunduran, dan keempat, terbaik dalam mu'amalah. Sementara satu tambahan karakter lagi yakni, tidak menerima dizhalimi (oleh penguasa)." (HR. Bukhari).
Dr Yusuf Qardhawi tokoh berpengaruh dalam dunia muslim menyitir sebuah hadits yang kurang lebih berbunyi: "Empat karakter yang membuat bangsa Romawi (Eropa) selalu lebih maju sampai akhir zaman, pertama, mereka lebih cerdas meski dalam kondisi terkena fitnah. kedua, cepat bangkit setelah jautuh. ketiga, cepat maju setelah mengalami kemunduran, dan keempat, terbaik dalam mu'amalah. Sementara satu tambahan karakter lagi yakni, tidak menerima dizhalimi (oleh penguasa)." (HR. Bukhari).
Karakter pertama, menjelaskan betapa orang-orang Eropa mimiliki tingkat pengendalian diri, emosi yang baik. Sehingga dalam hadits dikatakan meski dalam keadaan fitnah sekalipun mereka tetap rasional.
.
Karakter kedua, menjelaskan kemampuan recovery (pemulihan kembali dengan cepat) yang dimiliki kebanyakan bangsa Eropa. Bandingkan saja bangsa yang sampai saat ini masih menyalahkan penjajah Belanda sebagai penyebab kesengsaraan. mungkin karena terlalu lama meratapi dan mengharap belas kasih agar bangsa lain mau menolong. Ini seperti anak kecil yang terjatuh ketika main lari-larian bersama temanya, ia tidak akan bangun sebelum seorang dari temanya mengasihi dan mengulurkan tangan. Sikap yang diambil temanya tak perlu dipermasalahkan, karena itu yang disebut empati. Tapi justru menunggu uluran tangan orang lain itulah yang berdampak sampai dewasa pun ternyata menjadi kebiasaan.




