Ads 468x60px

.

Monday, November 09, 2015

Wasiat Mbah KH. Arwani Qudus

WASIAT MBAH KH. ARWANI AMIN AL-QUDSI (KUDUS)

1. Dadi wong sing iso syukur (Jadi orang harus bisa bersyukur).

2. Nek ngaji jo dipekso sing penting usaha (Kalau belajar jangan terlalu dipaksakan, yang penting usaha).

3. Jo ngejar cepet, ngejaro lanyah (Jangan mengejar cepatnya, tapi kejarlah penguasaan).

4. Eleng, cobone wong dewe-dewe (Ingat, cobaan seseorang itu sendiri-sendiri).

5. Saben dino dungakno kyaimu (Setiap hari doakanlah guru/kyaimu).

6. Jo cepet sambat kabeh neng kene cobo (Jangan

mudah mengeluh, semua mengalami cobaan).

7. Maqamku diziyarahi (Makamku ziarahilah).

8. Jo kakean guyon (Jangan kebanyakan bergurau).

9. Nek ibadah sing istiqomah (Kalau beribadah

istiqamahlah).

10. Sholate sing ati-ati (Shalatnya yang hati-hati).

11. Nek hajat sing ati-ati (Kalau berhajat yang hati-hati).

12. Sing eman karo wong tuwo (Yang murah hati

terhadap orangtua).

13. Jo podo sembrono (Jangan mudah tergesa-gesa).

14. Sopo gelem obah bakal mamah (Siapa yang mau bergerak jangan takut tidak makan).

15. Aku wekas karo sliramu: wiwit mongso iki sliramu saben-saben deres supoyo tartil. Mergo senejan mung setitik nanging tartil iku luwih utama lan manfaat tinimbang olih akeh nanging ora tartil. (Aku berpesan kepadamu: mulai sekarang setiap kali kamu ‘deres’ supaya ‘tartil’. Karena meskipun dapat sedikit tapi tartil itu lebih utama dan bermanfaat daripada dapat banyak tapi tidak tartil).

16. Mulo wiwit saiki dibiasaaken sing tartil senejan mung olih sa’juz rong juz sedino. Pengendikane sohabat Abdulloh bin Abbas mengkene “La an aqro-a surotan urottiliha ahabbu ilayya min an aqro-al qur-aana kullahu” (Makanya mulai dari sekarang dibiasakan yang tartil walau hanya dapat satu atau dua juz sehari. Sabda sahabat Abdullah bin Abbas begini: “Jika aku membaca satu surat dengan tartil adalah lebih aku sukai daripada membaca keseluruhan al-Quran.”).

17. Kejobo iku sing wis kelakon tur nyoto, yen kulinone deres tartil iku sa’mongso-mongso kepengin deres rikat temtu biso. Nanging sebalike yen biasane deres rikat bahayane iku yen deweke dikon deres tartil temtu ora biso jalan. Mulo sliramu yen ati-ati yen deres. Cukup semene wasiatku. (Selain itu hal yang sudah nyata, jika terbiasa deres tartil sewaktu-waktu ingin deres cepat tentu bisa. Tapi sebaliknya jika terbiasa deres cepat bahayanya jika disuruh deres tartil tentu tidak bisa jalan. Makanya kamu hati-hati kalau deres. Cukup sekianwasiatku). 

(Tanda tangan beliau).

Keterangan:

• “Nderes” adalah kegiatan santri untuk menjaga hafalan al-Qurannya dengan cara mengulang-ulang setiap hari secara kontinyu, atau istilah Arabnya; Muraja’ah atau Takrir.

• “Tartil” adalah cara membaca al-Quran sesuai dengantata aturan Tajwid beserta memperhatikan Makharijul Ahruf, sehingga tidak terjadi kesamaran kata ataupun hilangnya kata-kata tertentu dalam bacaan. Dan membaca tartil ini relatif susah bila dilafalkan dengan tempo cepat, harus pelan.

• Foto: KH. M. Arwani Amin dan KH. Hisyam Hayat.

Sya’roni As-Samfuriy, Tegal 05 Oktober 2013

Thursday, August 09, 2012

Bahasa Amiyah Mesir


Dalam mengungkapkan bahasa peru diketahui bahwa lafal-lafal yang digunakan dalam bahasa amiyah ada perbedaan dengan bahasa yang fushah atau resmi, dan hal ini adalah sangat perlu diketahui karena bisa dikatakan suatu yang mutlak bila kita ingin berkomunikasi dengan suatu kaum. dikatakan  من علم لغة قوم سلم من مكرهم  jadi siapa yang mengetahui bahasa suatu kaum, maka ia akan selamat dari tipu daya mereka. Di bawah ini adalahpola perubahan dan penuturan bahasa amiah terkhusus amiyah Mesir.
1.    Orang Mesir  biasanya menuturkan huruf  "ق" dengan "ء".
Contoh:
 يا بنى  قم واقرأ كتابك
Dibaca: Yabni um wa’ra’ kitâba
Artinya: Berdiri dan bacalah bukumu, nak!
2.    Orang Mesir  melafalkan huruf   "
ج" dengan “g”.
Contoh:  
 سبحان الله ايه اللى جابك هنا
Dibaca: Subhanallah, Eeh elle gabak hina
Artinya: Ya ampun, gimana ceritanya bisa datang kemari.
3.    Huruf  "ث" selalu diucapkan dengan "ت".
Contoh:  
 احنا اكثر من ثلاثة
Dibaca: Ihna aktar min talâtah
Artinya: Kita khan tiga orang lebih
4.    Biasanya huruf "ظ" biasanya dituturkan dengan huruf  "ض"
Contoh:
 احنا ح نصل الظهر سواء  والله
Dibaca:  ....
الضهر...., dengan menggunakan "ض"
Artinya: Sumpah, kita akan sholat Zuhur bareng.
5.    Kadang,  "ء" dibunyikan"  "ى. Untuk memudahkan pengucapan.
Contoh: 
 يا رئيس انا جاى اه, مش نائم
Dibaca: Ya rayyis ana gay aho, misy nayim
Artinya: Hei Bung, gue datang nih, nggak tidur.
6.   Biasanya huruf  "ذ"   diucapkan dengan  "د".
Contoh:
 الذهب ذا....كذا
Dibaca: Addahab dah…kida
Artinya: Emas ini, keren lho

KAIDAH DASAR
1. Mengakhiri seluruh kata dengan huruf mati (sukun: __ْ_ ), tanpa memperhatikan kaidah  bahasa Arab (al-Nahwu) yang baku. Contoh: ! عايزك دىالوقت، حالا
Dibaca: Aizak dil wa’ty. Hâlan!
Artinya: Aku pingin ketemu kamu. Sekarang juga!
2. Menambahkan huruf "ب" pada awal fi’il mudlâri' - الفعل المضارع ( present tense ) yang menunjukkan peristiwa yang sedang terjadi. 
Contoh: ازى بتفهم الدرس وانت نايم
Dibaca: Izzay bi tifham addars wainta nayim
Artinya: Gimana mo’ paham pelajaran. Tidur terus, sih ente!
3. Meletakkan huruf "حَ"   pada awal fi’il mudlâri’ ( الفعل المضارع ) yang menunjukkan peristiwa yang akan terjadi (future tense). Ia menggantikan fungsi (makna) huruf "س" atau  "سوف"  dalam bahasa Arab fushHa. Perlu diingat juga, umumnya huruf awal fi’il mudlâri’ tersebut diucapkan secara samar antara kasrah dan fathah ( امالة 
Contoh:    حنروح الجامعة بكرة الصبح
Dibaca: Haneruh el gam’ah bukroh essubh
Artinya:  Besok pagi kita akan berangkat ke kampus
4. Menambahkan huruf "شْ"  (sukun) pada setiap akhir kata kerja/benda yang didahului dengan huruf   ما "النافية"
Contoh:   
 ما عنديش فلوس ما أكلتش من امبارح  أنا
Dibaca:    Ana ma andisy fulûs, ma akaltusy minimbârih
Artinya: Ana gak punya duit, blum makan nih dari kemarin .

BEBERAPA CONTOH PERCAKAPAN DAN KOSA KATA PENTING
Beramah-tamah
Halo, hai…-------   Ahlan wa sahlan    اهلا وسهلا
Hai juga --------   Ahlan bîk    اهلا بك

Pa kabar nih? --------   Izzayak/ik ?    ازيك ؟
Baik, makasiih  ---------  Kwayyis/alhamdulillah   
 كويس الحمد لله
Aku udah kangen banget ama kamu  ------- Wahesytani âwiy   
 وحشتنى قوى
Silahkan, tehnya  ----------  Itfaddal syai   
 اتفضل شاى
Aku bahagia banget dgn  kedatanganmu ------   Syarraftana   
 شرفتنا
Gimana kabarnya? --------   Zay sihhah   
 زى صحة
Mampir ke rumah, ya!  ----------  Itfaddal ‘indana   
 اتفضل عندنا
Makaciih banget  ----------  Mutasyakkir âwiy   
 متشاكر قوى
Permisi, boleh nanya nggak? --------   An iznik, mumkin suâl?   
 عن اذنك ممكن سؤال؟
Saya nggak paham  ---------  Ana misy fâhim   
 انا مش فاهم
Tolong! (perintah)  ----------  law samaht/i ; minfadlak/ik   
 لو سمحت, من فضلك
Sorry  ya  -------   Ana âsif/ asfah   
 انا آاسف/أاسفة
Selamat tinggal  -------  Ma’assalamah       
 مع السلامة

Nanya
Siapa sih nama kamu?  --------  Ismak/ik eeh?    اسمك ايه ؟
Bisa bahasa Inggris nggak?  --------  Bititkallim/i Ingglizy?   
 بتتكلم انكليزى ؟
Yang ini siapa?  ---------  Min da/di   
 من دا/ من ده ؟
Ini apa sih?  -------- Eeh da/di   
 ايه دا/ايه ده ؟
Itu apaan sih? (banyak)  --------  Eeh duul?   
 ايه دول ؟
Dimana sih….? -------  Fein…?       
 فين ؟
Kapan?   ---------   Imta?   
 امتى ؟
Gimana?  ---------  Izzay/ Zay?   
 ازى/ زى ؟
Berapa harganya?  --------  Bikam?       
 بكام ؟
Kenapa?  -------   Leeh?   
 ليه ؟
Yang mana?  --------  Een hey?   
 اين هى ؟
Ada yang tahu…? --------  Had yi’rofuh ?   
 حد يعرفه ؟
Atas dasar apaan?  ---------  ‘Ala eeh?   
 على ايه ؟
Dia dari mana?    ---------    Huwwa mineen?   
 هو منين ؟
Kenapa tidak ?  ---------  Ommal leeh?   
 امال ايه ؟

Butuh Bantuan
Toilet dimana? ------ Fein hammam?    فين حمام ؟
Sekarang  ------ Dilwa’ti       
 دىالوقت
Rusaak, nggak jalan (peralatan)  -----  ‘Athlan/ah; Bayz/ah   
 عطلان / بويظة
Tolooong...ada maling…!  ------  Ilha’ûni…! Harâmi…!   
 الحقونى.... حرامى....!
Tolong  (minta bantuan) ------   Sâ’idni   
 ساعدنى
Ana laper nih, ada makanan nggak? ---  Ana jiî’ân âwiy. Indak to’âm ?    
 انا جاعان عندك طعام؟

Ungkapan Umum
Iya, He eh  ----- Aiwa; Aah    ايوة ؛ آه
Nggak ah  -----  La’ ; La’a   
 لا ؛  لاءه
Sorri, ya ----  Ma’lish   
 معليش
Lagi!   ----  Kamân!   
 كمان
Jangan, gak usah -----   Balasy   
 بلاش
Juga  ----  Bardu   
 برض
Okey, siip ------   Mâsyi   
 ماشى
Nggak papa, kok!  ------  Misy musykila   
 مش مشكلة
Udah, selesai  -----  Kholâs   
 خلاص
Begini kan?  ------  Mish kida?   
 مش كدا؟
Nggak mungkin lah!  -------  Mish mumkin!   
 مش ممكن
Baiklah  ------  Thoyyib, thab   
 طيب ؛ طب
Omong kosong -----   Kalam fadi   
 كلام فاضى
Pas banget, cocok!  ----  Miyyah miyyah   
 ميه ميه
Lumayan  ------  Nush u Nush   
 نص و نص
Cukup!   ------   Bass   
 بس
Dikit dikit  ------  Syuwayya syuwayya   
 سويا سويا
Sialan, loe!  -----  Yahrab baitak!   !
 يخرب بيتك
Hei, bangsat! -------   Yabnal kalb!   !
 يابن الكلب
Luar (keluar…!)  ------  Barrah (sama)   
 بره
Dalam (masuk…!)  --------  Guwwah (sama)   
 جوه
Gratis -------   Balasy   
 بلاش
Ssst jangan ribut!  -------  Balasy doosyah!   
 بلاش دوشة
Cariin…!   -----  Dawwir!    
 دور
Aku nggak sengaja  -------  Ghasban ‘anniy   
 غصبا غنى
Tempat ------   Hittah   
 حته
Nggak boleh gitcu  -------  Harâm ‘alaik   
 حرام عليك
Semoga, lah  ------  Yarît   
 يريت
Kamu harus serius  ----- Syadda halak inta   
 شد حيلك
Pikir masak-masak  -----   Thawwil bâlak   
 طول بالك

Petunjuk
Lurus aja  ---- ‘Ala tûl    على طول
Kanan   ----   Yamîn   
 يمين
Kiri  ----  Syimal   
 شمال
Samping  -----  Gamb   
 جنب
Depan  -----  ‘Uddam   
 قدام
Belakang  ---   Wara   
 ورا
Sebelum  -------  Abl   
 قبل
Setelah  ------  Ba’d   
 بعد
Deket dengan…  -----  ‘Urayyib min   
 قريب من
Jauh dari… ------   Ba’îd mîn   
 بعيد من
Pojok  ------  Zâwiyaah   
 زاويه
Antara…dan…  ------  Been…wa….   
 بين ... و ...
Turun di sini, Pak! -----  Asta, hina kwayyis!     
يا عسطا ,هنا كويس
Cepetan!  ------  Bi-sur’ah!   
 بلسرعة
Jangan ngebut -----   Bi-syweesy!      با لشويش


Semoga bermanfa'at,, Amin ya Robb.